Rabu, 25 Februari 2015

Manusia Bertanya - Al-Qur'an Menjawab

Manusia bertanya : Bolehkah aku prustasi ?
Al-Qur'an Menjawab : "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman" (Al-Imran : 139)

Manusia bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini ?
Al-Qur'an Menjawab : "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (Al-Baqarah : 286)

Manusia bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dgn hal-hal baik ?
Al-Qur'an Menjawab : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Al-Baqarah : 216)

Manusia bertanya : Kenapa aku diuji ?
Al-Qur'an Menjawab : "Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan :"kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi" (Al-Ankabuut : 2)
"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta" (Al-Ankabuut : 3)

Manusia bertanya : Bolehkah aku berpuasa ?
Al-Qur'an Menjawab : "Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (Yusuf : 87)

Manusia bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?
Al-Qur'an Menjawab : "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bartakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung" (Al-Imran: 200)

Manusia bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku ?
Al-Qur'an Menjawab : "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia, hanya kepada-Nya aku bertawakal" (At-Taubah : 129)

Manusia bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini ?
Al-Qur'an Menjawab : "ngguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min., diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka" (At-Taubah : 111)

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya

Sabtu, 21 Februari 2015

Corat-Coret Saja Bray...!

Sekurus dan secantik apapun, wanita selalu merasa dirinya gemuk dan jelek, tetapi sebotak dan segendut apapun pria tetap merasa dirinya keren...
================================================== Suatu hari, di restoran tiongkok, seorang pria bertanya kepada pelayan." babi ada?" ada pak...."anjing ada?" ada pak "ular ada?" ada pak..."monyet ada?" ada pak..."Suruh keluar semua, saya mau makan"
==================================================

Kekosongan dalam Teori Evolusi ataukah Bergurau dengan Sejarah...?

Pada suatu malam yang hangat, dan orang itu memutuskan untuk berjalan-jalan di pantai. Begitu ia mulai berjalan kaki, ia merasa ada suara gemeretak yang agak lemah di bawah kakinya. Ia berhenti sejenak, untuk memeriksa sol sepatunya di bawah sinar rembulan dan melepas darinya binatang kecil malang yang baru saja terinjak hingga penyet. Tanpa beban ia melanjutkan jalan-jalannya yang menyegarkan, tanpa pula memperhatikan jejak sepatunya yang telah mengabadikan akhir kehidupan organisme mini tersebut. Akan tetapi adakah yang tidak lumrah dengan penginjakan hingga penyet sebuah Trilobite?

Kira-kira 320 juta tahun yang silam di seantero samudra bumi terbentuk sebuah mahluk kecil dengan bentuk tubuh be-ruas. Kerabat dari binatang laba-laba yang hidup di dalam laut seperti lobster dan kepiting laut mengalami kejayaan dan kepunahannya di bumi, sampai akhirnya pada 280 juta tahun yang lampau mereka benar-benar telah punah. 

Trilobite inilah yang sedang kita perbincangkan. Spesies/ras manusia baru muncul paling lama pada 2 atau 3 juta tahun silam, seperti yang diakui oleh sebagian besar ilmuwan dewasa ini. Meskipun demikian ras manusia, sebagaimana dewasa ini diketahui, usianya tidak melebihi 10 ribu tahun. Sebelum itu, ras manusia sama sekali masih primitif, berbulu lebat dan memangsa daging mentah. Hal-hal mendasar seperti contohnya sistem tali-temali untuk keperluan pencatatan peristiwa saja, belum eksis sama sekali.


SEBETULNYA MUSTAHIL – MENGINJAK SUATU MAHLUK-HIDUP YANG SAMA SEKALI TIDAK EKSIS
Dari data dan fakta dapat disimpulkan bahwa kejadian yang diceritakan tersebut semestinya berasal dari area fiksi-ilmiah. Seorang manusia selamanya tidak akan bisa menginjak sesosok mahluk, yang sudah punah jutaan tahun yang silam; apalagi seorang manusia dengan sepatunya yang jelas-jelas merupakan suatu pertanda peradaban. Namun bagi para peneliti suatu kegelisahan dan bagi beberapa penentang theori evolusi suatu berita gembira, terdapat suatu pendaftaran registrasi yang menantang sejarah yakni: Sebuah fosil yang semestinya tidak boleh ada.

Pada bulan Juni 1968 seorang kolektor bernama William J.Meister dari Antelope Spring, Utah – USA, menemukan sepotong batu cadas setebal 5 cm, yang diatasnya, setelah diolah dengan palu, terpampang sebuah fosil bekas sepatu manusia diatas Trilobite yang telah gepeng. Hal itu sampai tersiar ke seluruh dunia tidak berlangsung lama dan beberapa peneliti berdatangan ke Antelope Spring untuk menemukan jejak-jejak lainnya dari produk sepatu modern pada lapisan geologi berasal dari zaman lampau yang luar biasa lamanya. Gurauan unik macam apakah yang nampaknya diijinkan oleh sejarah?
Tahun 1852 sebuah batu karang besar diledakkan dengan dinamit di Dorchester/USA. Sesudah ledakan para pekerja menemukan diantara sisa bebatuan sebuah benda unik berbentuk metal yang patah menjadi dua. Terjadi kejutan besar, tatkala benda tersebut setelah disambung lagi ternyata adalah sebuah bagian bawah dari guci berbentuk lonceng dengan ukuran lebar 16 cm dan tinggi 11 cm. Logam yang dipergunakan mirip semacam campuran dengan kandungan bahan perak. Yang mengherankan ialah bahwa benda tersebut kelihatannya diproduksi dengan teknik tinggi, semestinya tepat pada saat benda itu ditutup dengan batu dan sedang dikerjakan. Namun hal itu terjadi beberapa juta tahun yang silam sesuai logika modern, ketika manusia semacam itu belum eksis. Tempat penemuan benda-benda jenis ini di bumi kelihatannya menyimpan sejumlah besar benda-benda, yang tidak cocok dengan pengertian modern sejarah asal usul manusia.


SEBUAH TANTANGAN BAGI SEJARAH

Yang disebut dengan „Kubus Salzburg“ adalah tantangan besar lainnya bagi sejarah. Ia berhasil muncul ke khalayak, ketika seorang pekerja sebuah pengecoran besi di Austria pada tahun 1885 menghancurkan bongkahan batu bara berasal dari Wolfsegg dan membebaskan sebuah benda dari besi yang sedikit banyak berupa kubus. Sesuai pernyataan pengarang RenĂ© Noorbergen yang ahli dalam bidang tersebut mestinya sudut obyek unik tersebut sebelumnya sama sekali lurus dan bisa dikenali dengan jelas; 4 sisinya dulunya rata, sementara itu dua sisi lainnya yang berseberangan berbentuk cembung; pada separo ketinggiannya terdapat guratan yang agak dalam. Analisa kimia yang dilakukan sesudahnya menunjukkan, bahwa campuran benda itu bukan chrom juga bukan nickel ataupun kobalt, melainkan sepertinya terdiri dari semacam besi tuang. Campuran semacam itu menutup kemungkinan bahwa „Kubus“ tersebut sebetulnya berasal dari meteorit. Sayangnya bongkahan batu bara tersebut yang menyelimutinya untuk diselidiki lebih lanjut apabila diperlukan, tidak dapat lagi ditemukan.

Tahun 1976 tersiar penemuan beberapa sendok yang terkurung di dalam batu bara lunak yang ditemukan di Pennsylvania pada tahun 1937. Benda tersebut tertinggal pada sisa pembakaran sebuah bongkahan batu bara besar. Akan tetapi jikalau benda berupa metal itu toh dipandang juga sebagai canda-ria alam semesta, maka pada tahun 1967 di sebuah tambang perak di Colorado USA ditemukan tulang manusia murni bersama-sama dengan sebuah ujung panah tembaga sepanjang 10 cm. Sesuai penafsiran umum seharusnya penemuan tersebut beberapa juta tahun lebih tua dibandingkan dengan ras manusia. Sementara ilmu genetika dan biologi setiap hari mempresentasikan studi baru yang mengklaim bagi dirinya sendiri tentang penjelasan yang absah tentang asal usul bersama spesies kita, bermunculan pada waktu bersamaan fosil-fosil baru yang lebih sesuai dikatakan sebagai sebuah masa lampau bersifat futuristik daripada acuan yang mengarah pada proses evolusi yang lama. Penemuan-penemuan itu memperdalam setahap demi setahap kesenjangan antara theori konvensional dan dengan yang menjelaskan sama sekali beda tentang asal usul manusia yang jauh lebih lama atau semata-mata sebagai bersifat ilahi. Pada akhirnya diperoleh kesan bahwa kebenaran tentang asul usul kita, setidaknya akan menghapus secara tuntas salah satu dari kedua theori tersebut. 


"MENDEBARKAN DAN MUSKIL“
Fosil masa lampau yang paling menimbulkan perdebatan ditemukan di India oleh seorang geolog dari universitas Jadavpur – Kalkutta. Sebuah batu berusia 1,6 miliar tahun yang ditemukan di Madhya Pradesh dekat Chorhat, berwarna kemerahan, yang membelalakkan mata ilmuwan yang menelitinya, sebab menunjukkan bekas jejak mirip gerak zig zag seekor cacing. Fosil-fosil tertua sejenis ini yang selama ini diketahui ialah berasal dari Namibia dan Tiongkok. Dari mereka dapat disimpulkan bahwa sesuai garis evolusi hewan ber-sel banyak muncul kira-kira 600 juta tahun yang silam. Apabila penemuan di India ditafsirkan dengan tepat, dasar theori evolusi tersebut patut dipertanyakan lagi secara serius, karena antara fosil tersebut dan penemuan di Namibia dan Tiongkok terjadi kesenjangan raksasa (400 atau 500 juta tahun). „Apabila telah diketahui suatu mahluk hidup berukuran 1 cm, dan yang kemudian tidak lagi ditemukan dalam rentang-waktu selama 400 juta tahun, tentu ada yang perlu dijelaskan,“ begitulah pendapat ahli palaeontolog Andrew Knoll dari Universitas Harvard tentang hal tersebut.

Sesudah jejak serupa pada bongkahan batu lainnya telah ditemukan, banyak ilmuwan yang tidak percaya, memulai menyelidiki ulang usia batu-batuan itu. Akan tetapi melalui analisa Zirko-pun hanyalah meneguhkan hal yang mustahil. Membuat peluangnya menjadi lebih menegangkan dan semakin tidak mungkin, begitulah kata Adolph Seilacher, palaeontolog dari universitas Yale. Sang intelektual berpikir, bahwa itu tidak mungkin adalah jejak milik binatang yang telah menjadi fosil, ini kalau sesuai dengan pengetahuan yang telah dikenal. Ia toh menambahkan bahwa ia seharusnya bersamaan dengan itu mengakui kenyataan tersebut. Ia sendiri tidak mempunyai penjelasan lain, maupun pernah mendengar dari orang lainnya tentang hal semacam itu. Dan, Seilacher mengajukan pertanyaan sbb:“Barangkali terdapat sebuah penjelasan secara non biologis terhadap jejak-jejak ini?“
Terdapat beraneka fosil-fosil yang menyodorkan problem yang sebenarnya terhadap yang telah menjadi akar-dasar bagi kebudayaan dan pendidikan manusia. Sebuah bekas telapak tangan utuh dari seorang manusia yang telah berusia 110 juta tahun (bahkan lengkap dengan kukunya), yang ditemukan di bebatuan kapur di Glen Rose, Texas – USA; sebuah fosil membatu dari jari tangan berusia 100 juta tahun dari pulau Axel Heiberg di Kanada yang struktur tulangnya ditemukan/diketahui ketika dilakukan foto-rontgen; jejak kaki raksasa tersohor pada Paluxy Fluss di Texas bersebelahan dengan jejak kaki seekor dinosaurus....... 

Teori kita yang tampaknya solid, setiap kali harus bergemetaran, tatkala fosil selanjutnya yang sebenarnya tidak boleh terjadi, muncul lagi ke permukaan. Juga eksistensi peradaban pra sejarah kita tidak dapat disangkal lagi. Barangkali buku pelajaran kita pada waktu yang tidak terlalu lama lagi harus ditulis ulang.


Wassalam

Petani yang Hampir Mati

Bagi kita yang dahulu sering nonton TVRI mungkin tidak akan asing mendengar lirik lagu petani yang sering ditayangkan pada saat akan terjadi pergantian acara. Lagu ini singkat padat dan penuh dengan makna. Liriknya kurang lebih seperti ini :

Nasi putih terhidang di meja kita
Santap tiap hari
Beraneka ragam hasil bumi dari manakah datangnya
Dari sawah dan ladang disana
Petanilah penanamnya
Panas terik tak dirasa, hujan rintik tak mengapa
Masyarakat butuh bahan pangan
Terima kasih bapak tani
Terima kasih ibu tani
Tugas anda sungguh mulia

Lagu ini menggambarkan sosok petani yang tidak mengenal lelah pada saat cuaca panas, hujan untuk bercocok tanam di sawah dan ladang guna menghasilkan bahan pangan untuk dikonsumsi oleh kita. Sebagai rasa terima kasih kita kepada petani, pernahkan dalam benak kita terpikir bagaimana nasib petani kita hari ini.

Setiap saya membaca atau mendengar berita tentang petani tidak selalu menggembirakan malahan sebaliknya selalu menyedihkan. Mahalnya harga pupuk dan kelangkaan pupuk di musim tanam, harga eceran gabah lebih rendah dari biaya produksi, atau petani yang terlilit hutang pada tengkulak. Belum lagi ganguan dari alam seperi hama padi, bencana banjir dan musim kemarau.

Sebagai orang awam saya kadang bertanya, mengapa pemerintah kita lebih cenderung menjadikan negeri ini sebagai negeri industri dibandingkan dengan pertanian. Berdirinya pabrik-pabrik telah menggurangi sebagian lahan pertanian. Bank lebih senang memberikan kredit kepada industri dan property. Begitupun dengan pendidikan, lebih mengedepankan kebutuhan industri dibandingkan dengan pertanian. Akibatnya anak-anak sekarang lebih baik berlumuran oli dibandingkan berlumuran lumpur sawah.

Akibat industriliasi yang tidak pada tempatnya, lahan-lahan subur berkurang, pencemaran lingkungan bertambah, hasil panen pun jauh dari yang diharapkan. Akhirnya tanah yang dahulu subur pun dijual untuk kepentingan industri. Anak-anak kita pun makan beras impor. Padahal kwalitas beras kita bisa lebih baik apabila kita mau mengelolanya dengan sungguh-sungguh.

Kita sering mendengar ungkapan tikus mati di lumbung padi, begitupun dengan para petani kita, sedikit demi sedikit mulai beralih profesi menjadi juragan kamar-kamar kontrakan karyawan, calo tanah, pedagang, satpam pabrik, atau buruh pabrik, padahal tanah kita ini sangat subur Kalau saja pemerintah mau lebih memperhatikan nasib para petani?


Wassalam



Mengapa Harus Bermazhab dalam Fiqih ?

Secara bahasa arti madzhab adalah tempat untuk pergi. Berasal dari kata dzahaba – yadzhabu – dzihaaban . Madzhab adalah isim makan dan isim zaman dari akar kata tersebut. Sedangkan secara istilah, madzhab adalah sebuah metodologi ilmiyah dalam mengambil kesimpulan hukum dari kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah Nabawiyah. Madzhab yang kita maksudnya di sini adalah madzhab fiqih.
A. Mazhab Tidak Hanya Empat Saja
Sesungguhnya madzhab fiqih itu bukan hanya ada 4 saja, tetapi masih ada banyak lagi yang lainnya. Bahkan jumlahnya bisa mencapai puluhan. Namun yang terkenal hingga sekarang ini memang hanya 4 saja. Padahal kita juga mengenal madzhab selain yang 4 seperti:
1. Madzhab Al-Ibadhiyah yang didirikan oleh Jabir bin Zaid (w 93 H).
2. Madzhab Az-Zaidiyah yang didirikan oleh Zaid bin Ali Zainal Abidin (w 122H), 3. Mdzhab Azh-Zhahiriyah yang didirikan oleh Daud bin Ali Azh-Zhahiri (202 – 270 H) dan madzhab-madzhab lainnya.

Sedangkan yang kita kenal 4 madzhab sekarang ini adalah karena keempatnya merupakan madzhab yang telah terbukti sepanjang zaman bisa tetap bertahan, padahal usianya sudah lebih dari 1.000 tahun.
Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah adalah empat dari sekian puluh madzhab yang pernah berkembang di masa kejayaan fiqih dan mampu bertahan hingga sekarang ini. Di dalamnya terdapat ratusan tokoh ulama ahli yang meneruskan dan melanggengkan madzhab gurunya. Dan masing-masing memiliki pengikut yang jumlahnya paling besar, serta mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama. Para ulama madzhab itu kemudian menulis kitab yang tebal-tebal dalam jumlah yang sangat banyak, kemudian diajarkan kepada banyak umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Kitab-kitab itu sampai hari ini masih dipelajari di berbagai perguruan tinggi Islam, seperti di Al-Azhar Mesir, Jami’ah Islamiyah Madinah, Jami’ah Al-Imam Muhammad Ibnu Suud Riyadh, Jamiah Ummul Qura Makkah an di berbagai belahan dunia Islam lainnya. Bahkan di Al-Azhar dibuka fakultas Syariah dengan jurusan dari masing-masing madzhab yang empat itu.
Sementara puluhan madzhab lainnya mungkin terlalu sedikit pengikutnya, atau tidak punya ulama yang sekaliber pendirinya yang mampu meneruskan kiprah madzhab itu, atau tidak mampu bertahan bersama bergulirnya zaman. Sehingga banyak di antaranya yang kita tidak mengenalnya, kecuali lewat kitab-kitab klasik yang menyiratkan adanya madzhab tersebut di zamannya.
Buku mereka sendiri mungkin sudah lenyap dari muka bumi, atau barangkali ikut terbakar ketika pasukan Mongol datang meratakan Baghdad dengan tanah. Sebagian yang masih tersisa mungkin malah disimpan di musium di Eropa. Memang sungguh sayang sekali, ilmu yang pernah ditemukan dan berkembang besar, kemudian lenyap begitu saja di telan bumi.
B. Pentingnya Bermazhab
Banyak orang salah sangka bahwa adanya madzhab fiqih itu berarti sama dengan perpecahan, sebagaimana berpecah umat lain dalam sekte-sekte. Sehingga ada dari sebagian umat Islam yang menjauhkan diri dari bermadzhab, bahkan ada yang sampai anti madzhab. Penggambaran yang absurd tentang madzhab ini terjadi karena keawaman dan kekurangan informasi yang benar tentang hakikat madzhab fiqih. Kenyataannya sebenarnya tidak demikian. Madzhab-madzhab fiqih itu bukan representasi dari perpecahan atau perseteruan, apalagi peperangan di dalam tubuh umat Islam. Sebaliknya, adanya madzhab itu memang merupakan kebutuhan asasi untuk bisa kembali kepada Al-Quan dan As-Sunnah.
Kalau ada seorang bernama Mas Paijo, mas Paimin, mas Tugirin dan mas Wakijan bersikap yang anti madzhab dan mengatakan hanya akan menggunakan Al-Quran dan As-Sunnah saja, sebenarnya mereka masing-masing sudah menciptakan sebuah madzhab baru, yaitu madzhab Al-Paijoiyah, Al-Paiminiyah, At-Tugiriniyah dan Al-Wakijaniyah. Sebab yang namanya madzhab itu adalah sebuah sikap dan cara seseorang dalam memahami teks Al-Quran dan As-Sunnah. Setiap orang yang berupaya untuk memahami ke dua sumber ajaran Islam itu, pada hakikatnya sedang bermadzhab.
Kalau tidak mengacu kepada madzhab orang lain yang sudah ada, maka minimal dia mengacu kepada madzhab dirinya sendiri. Walhasil, tidak ada di dunia ini orang yang tidak bermadzhab. Semua orang bermadzhab, baik dia sadari atau tanpa disadarinya.
C. Bolehkah Seseorang Mendirikan Madzhab Sendiri?
Jawabnya tentu saja boleh, asalkan dia mampu meng-istimbath (menyimpulkan) sendiri setiap detail ayat Al-Quran dan As-sunnah. Kalau kita buat sedikit perumpamaan dengan dunia komputer, maka adanya madzhab-madzhab itu ibarat seseorang dalam berkomputer, di mana setiap orang pasti memerlukan sistem operasi (OS).
Tidak mungkin seseorang menggunakan komputer tanpa sistem operasi, baik Windows, Linux, Mac OS atau yang lainnya. Adanya beragam sistem operasi di dunia komputer menjadi hal yang mutlak bagi setiap user, sebab tanpa sistem operasi, manusia hanya bicara dengan mesin. Kalau ada orang yang agak eksentrik dan bertekad tidak mau pakai Windows, Linux, Mac Os atau sistem operasi lain yang telah tersedia, tentu saja dia berhak sepenuhnya untuk bersikap demikian. Namun dia tentu perlu membuat sendiri sistem operasi itu, yang tentunya tidak terlalu praktis.
Apalagi buat orang-orang kebanyakan, rasanya terlalu mengada-ada kalau harus membuat dulu sistem operasi sendiri. Bahkan seorang programer level advance sekalipun belum tentu mau bersusah payah melakukannya. Buat apa merepotkan diri bikin sistem operasi, lalu apa salahnya sistem operasi yang sudah tersedia di pasaran diamalkan dan dikembangkan. Tentu masing-masingnya punya kelebihan dan kekurangan. Tapi yang jelas, akan menjadi sangat lebih praktis kalau kita memanfaaatkan yang sudah ada saja. Sebab di belakang masing-masing sistem operasi itu pasti berkumpul para maniak dan geek yang bekerja 24 jam untuk kesempurnaan sistem operasinya.
Demikian juga dengan ke-4 madzhab yang ada. Di dalamnya telah berkumpul ratusan bahwa ribuan ulama ahli level tertinggi yang pernah dimiliki umat Islam, mereka bekerja siang malam untuk menghasilakn sistem fiqih Islami yang siap pakai serta user friendly. Meninggalkan madzhab-madzhab itu sama saja bikin kerjaan baru, yang hasilnya belum tentu lebih baik.
Akan tetapi boleh saja kalau ada dari putera puteri Islam yang secara khusus belajar syari’ah hingga ke level yang jauh lebih dalam lagi, lalu suatu saat merumuskan madzhab baru dalam fiqih Islami. Namun seorang yang tingkat keilmuwannya sudah mendalam semacam Al-Imam al-Ghazali rahimahullah sekalipun tetap mengacu kepada salah satu mazhab yang ada, yaitu mazhab As-Syafi’iyah. Beliau tetap bermazhab meski sudah pandai mengistimbath hukum sendiri. Demikian juga dengan beragam ulama besar lainnya seperti Al-Mawardi, An-Nawawi, Al-’Izz bin Abdissalam dan lainnya.
Wallahu a’lam bishshawab...

Hadist Perumpamaan Shalat Lima Waktu

Rasulullah SAW dalam hadits bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian jika di depan pintu salah seorang dari kalian terdapat sungai, lalu ia mandi di dalamnya lima kali setiap hari, apakah masih tersisa kotoran padanya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran padanya.’ Lalu Nabi bersabda, ‘Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah akan menghapus dosa-dosa denganya.’ (HR Bukhari)

Betapa Luasnya Neraka Itu

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW : 'Mengapa aku melihat kau berubah muka?'

Jawabnya: 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.'

Lalu Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam itu.'

Jawabnya: 'Ya... Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya karena panasnya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi, niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.

Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur karena sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi dan minumannya air panas campur nanah dan pakaiannya potongan-potongan api.
Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.'

Nabi SAW bertanya: 'Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?'

Jawabnya: 'Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.' (artinya: yaitu yg lebih bawah lebih panas)

Tanya Rasulullah SAW : 'Siapakah penduduk masing-masing pintu?'

Jawab Jibril :
'Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa AS. serta keluarga Fir'aun namanya Al-Hawiyah.

Pintu kedua tempat orang-orang Musyrikin bernama Jahim,

Pintu ketiga tempat orang Shobi'in bernama Saqar.

Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,

Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah.

Pintu ke enam tempat orang Nasara bernama Sa'eir.'

Kemudian Jibril diam sejenak....segan pada Rasulullah SAW, sehingga ditanya: 'Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?'

Jawabnya: 'Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.'

Maka Nabi SAW jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda: 'Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?'

Jawabnya: 'Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.'

Kemudian Nabi SAW menangis, Jibrail juga menangis, kemudian Nabi SAW masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah (dipetik dari kitab 'Peringatan Bagi Yg Lalai').

Dari Hadith Qudsi:
Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat


Mudah-mudahan, hal ini dapat menimbulkan keinsyafan kepada kita semua......Wallahua ' lam.

Al-Quran Surat Al- Baqarah Ayat 159 :
"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterang an dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.


Catatan untuk Para Suami...!


Suati hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian.

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata … kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol, dan… begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”.

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, ‘Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?’, bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

“Betul” jawab sang suami.

“Baik” kata sang istri, “Hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan”.

==========================================

Pesan yang ingin disampaikan adalah:

1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.

2. Tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.

3. Jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan dan jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.

4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

Catatan ini sangat penting bagi serang suami untuk bisa memahami betapa seorang isteri pun bekerja di rumah seharian sangatlah melelahkan.. Untuk itu jangan pernah menyakiti mereka.. :)






Kombinasi Matematika dalam Dzikir & Wirid

Samura ibnu Jundub melaporkan bahwa Nabi Bersabda : “ada 4 pujian yang paling disukai Allah, yaitu subhan Allah, wa al-hamdu lillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar : “Keangungan hanya untuk Allah, Pujian hanya untuk Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar”, tiada kerugian untuk membacanya dalam setiap kesempatan sambil mengingat Allah (HR Muslim)

Siapapun yang mengagungkan Allah pada akhir setiap shalat 33 kali (subhanallah), memuji Allah 33 kali (Al-hamdulillah), mengucap kata kebesaran Allah 33 kali (Allahu Akbar) semua adalah 99, kemudian melengkapinya menjadi 100 dengan mengucap “ Laa ilaha illallah wahdahu laa sharika lahuu lahul Mulk wa lahul hamd wa huwa `alaa kulli shay in qadeer”, akan diampuni kesalahannya, Bahkan meski kesalahannya sebesar buih di lautan (HR Muslim).

Jumlah nama Allah dalam Asmaul Husna = 99
Dari Hadits diatas didapatkan data :
Subhanallah = 33
Alhamdulillah = 33
Allahu Akbar = 33
La ilaha illallah = 1
Angka kombinasinya menjadi 33 33 33 1
3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 3 + 1 = 19
Berdasarkan artikel sebelumnya DISINI Angka keramat Al-Quran adalah:
19
——————————————-
Dalam sehari umat muslim mempunyai waktu utama shalat 5 waktu. 5 adalah bilangan prima ke 3 dan bilangan ganjil ke 3. Sehingga 5 <===>33. Angka kombinasinya menjadi 335
335 / 5 = 67 ———67 adalah bilangan Prima ke 19

Bilangan Prima antara 1 dan 5 adalah 2,3,5 dan bilangan Ganjil antara 1 dan 5 adalah 1,3,5
2 + 3 + 5 = 10 —————- 1 + 3 + 5 = 9 —————-10 + 9 = 19
——————————————————————-

Surah Al Fatihah sehari dibaca 17 kali. Jumlah rakaat 17. Sehingga 17 x 17 = 289. Angka 289 merupakan angka Allahu Akbar


Al Fatihah merupakan Surah ke- 1 dengan jumlah ayat 7 ===> jika digabung menjadi 17. Surah 17 memiliki 111 ayat, sehingga  :
111 – 17 = 94, sehari dalam shalat mengucap Allahu Akbar 94 kali
 
Rakaat shalat sehari 17. Surah 17 ayat 1 merupakan ayat tentang Isra Miraj dimana dalam perjalanan ini Rasulullah menerima perintah Shalat 
[QS 17:1] Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Jika QS 17:1 digabung menjadi 171 dimana 171 = 19 x 9 ===>Jumlah Shalawat 9 kali dalam shalat 5 waktu

 
SHALAT
Shad = 90 Lam= 30 Alif = 1 Ta = 400
90 + 30 + 1 + 400 =
521
Gabungan 521 dan 17 menjadi 52117
52117 = 19 x 2743
2743 ==>2 -7-43
2= Surah Al Baqarah
43= ayat Surah Al-Baqarah
[2:43] Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’
17 merupakan bilangan Prima ke 7 dan bilangan Ganjil ke 9 sehingga :
17 + 7 + 9 = 33 ===> 33 = per Dzikir diatas

——————————————————————————————–
7 merupakan bilangan Prima ke 4 dan bilangan Ganjil ke 4 sehingga :
7 + 4 + 4 = 15 ===> 15 merupakan jumlah rakaat Shalat sehari pada hari Jum’at
——————————————————————————
Ayat pada Surah Al-Fatihah berjumlah 7 dan dibaca 17 kali sehari, sehingga :
7 x 17 = 119 ……1 — 19
Basmalah adalah ayat 1 Surah Al Fatihah dan memiliki 19 huruf Arab
———————————————————————
Surah 1 = 7 ayat. Surah 7 = 206.
1 + 7 + 7 + 206= 221 = 17 x 13
13 adalah bilangan Ganjil ke 7
221 + 7 = 228 = 19 x 12

60+2+8+1+50+1+30+30+5 = 187

Awal Dzikir =
Subhanallah = 187
Rakaat Shalat sehari =
17
187 / 17 = 11 — 11=bilangan PRIMA ke 5
Sehari dalam shalat mengucap 94 “Allahu Akbar” dalam shalat 5 waktu.
187 = bilangan ganjil ke 94
————————————————————————-
Nilai angka Alhamdulillah = 148
Rakaat Shalat sehari = 17
148 + 17 = 165
165 = Nilai angka Laa ilaha illallah

148 = bilangan genap ke 74.  Di Surah 74 ditemukan kata “19“.
148 + 187 = 335
33 = pengucapan Dzikir , 5 = waktu shalat
33 x 5 = 165
165-33 = 132
132 = ISLAM

33 X 3 = 99
99 = ASMAUL HUSNA
165 – 99 = 66
66 = ANGKA NILAI ALLAH
————————————————————————————————————————
Nilai angka Allahu Akbar = 289
Nilai angka Ar Rahiim = 289

289 =17 x 17
sehari dalam shalat membaca ALLAHU AKBAR 94 kali
289 94 = 19 x 1526
———————————————————————————
Subhanallah (187) 33 kali Al Hamdu lillaah (148) 33 kali
Allahu Akbar (289) 33 times Laa ilaha illallah (165) 1 times
Dalam 1 shalat 1 kata diulang 33 dan 1 kali
Sehari shalat 5 kali
Subhanallah —–187 x 33 x 5 = 30855
Al Hamdu lillaah —–
148 x 33 x 5 = 24420
Allahu Akbar —–
289 x 33 x 5 = 47685
Laa ilaha illallah —–
165 x 1 x 5 = 825
30855 +24420+ 47685+ 825=103785
Shalat sehari ada 17 raka’at
103785 / 17 = 6105

6105 / 33 = 185
1+8+5 = 14
1+4=5
14+5=19

 Sumber : numerical19

Nabi Muhammad Menurut Beberapa Tokoh Dunia

1. Encyclopedia Britannica,
(Regarding Muhammad) “… a mass of detail in the early sources shows that he was an honest and upright man who had gained the respect and loyalty of others who were likewise honest and upright men.” [Vol. 12]

(Terhadap Muhammad)”..banyak sumber secara detail menunjukkan dia seorang manusia yang jujur dan benar yang memperoleh kehormatan dan kesetiaan dari yang lain yang juga jujur dan benar”.
2.  Michael H. Hart, “The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History. New York: Hart Publishing Company, Inc., 1978, page. 33.]
“My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may surprise some readers and may be questioned by others, but he was the only man in history who was supremely successful on both the religious and secular level.”
“Pilihanku kepada Muhammad sebagai pemimpin dunia yang paling berpengaruh. Satu-satunya manusia yang secara menakjubkan sukses dalam kehidupan Religi dan Sekuler”
3. Reverend R. Bosworth-Smith wrote in “Mohammed & Mohammedanism” in 1946:
“Head of the state as well as the Church, he was Caesar and Pope in one; but, he was pope without the pope’s claims, and Caesar without the legions of Caesar, without a standing army, without a bodyguard, without a palace, without a fixed revenue. If ever any man had the right to say that he ruled by a Right Divine, it was Mohammad, for he had all the power without instruments and without its support. He cared not for dressing of power. The simplicity of his private life was in keeping with his public life.”
“Memimpin pemerintahan sebaik Gereja, dia merupakan Kaisar dan Paus dalam kesatuan, tetapi dia Paus tanpa pengakuan diri, dan Kaisar tanpa legiun Kaisar. Tanpa tentara yang disediakan. Tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap. Jika ada orang yang harus disebutkan bahwa dia memerintah dengan kebenaran Tuhan, dia adalah Muhammad, Untuk segala kekuasaan tanpa instrument dan dukungan. Dia tidak mempedulikan pakaian kebesaran. Secara sederhana kehidupan sederhananya adalah menjaga kehidupan masyarakatnya.” 
4. Lamartine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp. 276-277.
“Philosopher, orator, apostle, legislator, warrior, conqueror of ideas, restorer of rational dogmas, of a cult without images; the founder of twenty terrestrial empires and of one spiritual empire, that is Muhammad. As regards all standards by which human greatness may be measured, we may well ask, is there any man greater than he?”
“Seorang filsuf, orator, nabi, pembuat undang-undang, Ksatria, penakluk ide, pembangun dogma rasional, tentang memuja tanpa imajinasi, pendiri 20 kerajaan dunia dan satu kerajaan agama, itulah Muhammad. Diantara manusia dengan nama besar, adakah yang lebih besar darinya?.”
5. George Bernard Shaw, [The Genuine Islam, Singapore, Vol. 1, No. 8, 1936] a famous writer and non-Muslim says:
“He must be called the Savior of Humanity. I believe that if a man like him were to assume the dictatorship of the modern world, he would succeed in solving its problems in a way that would bring it much needed peace and happiness.”
“Dia harus dipanggil sebagai penyelamat manusia. Saya percaya jika manusia seperti dirinya untuk mengambil kediktatoran di dunia modern, dia akan sukses memecahkan masalah dengan sebuah cara yang akan menghasilkan kedamaian dan kebahagiaan” 
6. K. S. Ramakrishna Rao,  Seorang professor of Philosophy, dari India yang beragama Hindhu dalam  booklet “Muhammad the Prophet of Islam” memanggilnya  ”model manusia sempurna”
“The personality of Muhammad, it is most difficult to get into the whole truth of it. Only a glimpse of it I can catch. What a dramatic succession of picturesque scenes. There is Muhammad the Prophet. There is Muhammad the Warrior; Muhammad the Businessman; Muhammad the Statesman; Muhammad the Orator; Muhammad the Reformer; Muhammad the Refuge of Orphans; Muhammad the Protector of Slaves; Muhammad the Emancipator of Women; Muhammad the Judge; Muhammad the Saint. All in all these magnificent roles, in all these departments of human activities, he is alike a hero.”
“Kepribadian Muhammad, merupakan yang paling sulit untuk mendapatkan kebenarannya secara menyeluruh. Hanya sekilas yang dapat saya tangkap.  Rangkaian dramatis dari adegan yang indah. Itulah nabi Muhammad. Disanalah Muhammad sebagai Ksatria, Pengusaha, Orator, Pemerintah, Pereformasi, pelindung anak yatim, pelindung budak, pengemansipasi wanita, seorang hakim, dan orang suci. Semuanya dalam seluruh peran yang bagus, dalam seluruh bagian aktifitas manusia ini, dia seperti seorang pahlawan”.
7. Mahatma Gandhi, berbicara tentang sifat nabi Muhammad, dalam ‘Young India’:
“I wanted to know the best of one who holds today undisputed sway over the hearts of millions of mankind… I became more than convinced that it was not the sword that won a place for Islam in those days in the scheme of life. It was the rigid simplicity, the utter self-effacement of the Prophet, the scrupulous regard for his pledges, his intense devotion to his friends and followers, his intrepidity, his fearlessness, his absolute trust in God and in his own mission. These and not the sword carried everything before them and surmounted every obstacle. When I closed the 2nd volume (of the Prophet’s biography), I was sorry there was not more for me to read of the great life.”
“Aku ingin tahu manusia terbaik yang memegang kekuasaan tak terbantahkan sampai  hari ini atas jutaan umat manusia… Aku menjadi lebih yakin bahwa bukanlah pedang yang memenangkan tempat untuk Islam hari itu dalam skema hidup. Merupakan kesederhanaan yang kaku, penghapusan pengucapan nabi sendiri, Janjinya yang cermat dan  ter hormat, pengabdian yang intensif kepada teman-teman dan para pengikutnya, keberaniannya, tanpa  rasa takut, kepercayaan penuhnya pada Tuhan dan misinya sendiri. Inilah dan bukannya pedang membawa semuanya didepan mereka dan mengatasi setiap rintangan.  Ketika aku menutup volume kedua (atas biografi nabi), aku minta maaf belum semua tentang kehidupan besarnya aku baca”.
8. Thomas Carlyle (seorang penulis Inggris) dalam bukunya  ’Heroes and Hero Worship’,
“How one man single handedly, could weld warring tribes and wandering Bedouins into a most powerful and civilized nation in less than two decades.”
“Bagaimana seorang manusia sendirian mampu,  merubah suku badui yang suka berperang dan mengembara menjadi  negara paling kuat dan beradab dalam waktu kurang dari dua decade”.
9. Diwan Chand Sharma menulis dalam buku “The Prophets of the East”: [D.C. Sharma, The Prophets of the East, Calcutta, 1935, pp. 12]
“Muhammad was the soul of kindness, and his influence was felt and never forgotten by those around him”
“Muhamamd merupakan jiwa dari kebaikan, pengaruhnya tak pernah terlupakan dari mereka di sekitarnya”
Muhammad, peace and blessings be upon him, was nothing more or less than a human being, but he was a man with a noble mission, which was to unite humanity on the worship of ONE and ONLY ONE GOD and to teach them the way to honest and upright living based on the commands of God. He always described himself as, ‘A Servant and Messenger of God’ and so indeed every action of his proclaimed to be.
“Muhammad, damai dan berkat atasnya, tidak kurang dan tidak lebih daripada seorang manusia, tetapi dia adalah manusia dengan misi agung, untuk menyatukan manusia dalam menyembah pada yang SATU dan SATU SATUNYA TUHAN dan mengajar mereka jalan menuju kejujuran dan kehidupan yang baik berdasarkan perintah Tuhan. Dia selalu mendiskripsikan dirinya sebagai “Pelayan dan Utusan Tuhan”  dan bahkan setiap ucapannya dijalankan”.
10. Sarojini Naidu , seorang penyair puitis dari India. [S. Naidu, Ideals of Islam, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169]
“It was the first religion that preached and practiced democracy; for, in the mosque, when the call for prayer is sounded and worshippers are gathered together, the democracy of Islam is embodied five times a day when the peasant and king kneel side by side and proclaim: ‘God Alone is Great’… I have been struck over and over again by this indivisible unity of Islam that makes man instinctively a brother.”
“merupakan agama pertama yang melakukan dan mempraktekkan demokrasi, Dalam Masjid, ketika panggilan shalat didengungkan orang yang beribadah berkumpul bersama, demokrasi dalam Islam dibentuk dalam 5 kali sehari ketika Petani dan Raja berlutut dan mengatakan “Tuhan satu yang Agung”…Aku tergetar berulang kali dengan kesatuan tak terpisahkan dalam Islam yang membuat manusia  secara insting merasa bersaudara”.
11.Edward Gibbon dan Simon Ockley, “History of the Saracen Empires”[History of the Saracen Empires, London, 1870, p. 54]
“I BELIEVE IN ONE GOD, AND MAHOMET, AN APOSTLE OF GOD’ is the simple and invariable profession of Islam. The intellectual image of the Deity has never been degraded by any visible idol; the honor of the Prophet have never transgressed the measure of human virtues; and his living precepts have restrained the gratitude of his disciples within the bounds of reason and religion.”
“ Aku percaya dalam 1 Tuhan, dan Muhammad, nabi dari Tuhan”, merupakan pernyataan yang sederhana dan sama dalam Islam. Gambaran intelektual atas Tuhan tak pernah dikurangi dengan berhala yang terlihat; Kehormatan dari sang nabi tak pernah melanggar ukuran kebajikan manusia”.
12. E Wolfgang Goethe, seorang penyair besar Eropa [Noten und Abhandlungen zum Weststlichen Dvan, WA I, 7, 32]
“He is a prophet and not a poet and therefore his Koran is to be seen as Divine Law and not as a book of a human being, made for education or entertainment.”

“Dia seorang nabi, dan bukan seorang penyair, maka dari itu Al-Quran nya dilihat sebagai hukum suci dan bukan buku dari manusia, dibuat untuk pendidikan dan penghiburan”.