Jika anak mu ditanya apa
cita-cita mu, dan menjawab ingin jadi Penyair, maka segeralah pergi ke dokter
karena pasti ada yang salah…
Menjadi seorang penyair itu
adalah keterpaksaan karena faktor nasib, proses perjalan hidup, peka nya perasaan,
kemampuan menulis yang mumpuni dan berintegritas, itu semua menjadi bagian
bakat nasib seseorang menjadi penyair. Tanpa proses itu hanya ilusi, tanpa peka
perasaan tentu hanya isapan belaka, dan tanpa kekmampuan menulis pasti juga
akan menemui kesulitan.
Seorang KH. Mustofa Bisri (Gus
Mus) karena seringnya disuruh Gusdur untuk membuat dan disuruh membaca puisi di
banyak kesempatan, Itu dominan karena proses. Seorang Cak Nun yang sering
tampil di teater, membuat banyak jenis musik, menulis banyak puisi dalam
buku-bukunya, itu semua adalah proses. Dan begitupun juga seorang maestro
Rendra dengan perjalanan yang panjang dan pengalaman nya, menjadikan dia
sebagai seorang maestro penyair yang hebat. Dan itu semua dijalani melalui
proses yang panjang dan melelahkan.
Namun satu yang pasti diantara bertiga
adalah mereka semua “terpaksa” menjadi penyair, hanya karena nasib, ya faktor bakat nasib itulah lah yang
menjadikan mereka menyandang “gelar” penyair.
Dulu, ketika jaman kerajaan seorang
penyair atau pujangga mendapat tempat atau kedudukan yang tinggi dan sangat begitu
dihormati, karena dia dianggap manusia agung dan suci dengan keterasingannya, dan
sekarang jaman itu sudah berakhir.
Tibalah sekarang menuju jaman
modern, jaman dunia maya, jaman online, jaman semua serba instan. Termasuk instan
menjadi seorang penyair. Koq bisa ? caranya…
Cukup buat status di medsos, terserah
apakah itu bertemakan motivasi alay nya, cinta dengan rayuan gombalnya nya, atau
doa dengan filsafat sinetron nya…. dan ketika banyak yang kasih jempol dan
like, maka jadi lah anda seorang penyair….ya itulah penyair medsos, atau penyair
online, atau penyair sosialita atau apapun namanya…
Tidak perlu repot-repot berjuang
dengan proses panjang yang menjemukan, hanya cukup dengan modal keyboard atau
touchscreen dengan imajinasi liar, serta menulis beberapa kata “alayisme” dan “vickynisme”
dan… klik, maka anda sudah menjadi penyair medsos…
Apakah anda termasuk penyair
jenis ini…? Atau anda telah menjadi pembaca setia nya ? atau mungkin malah anda
telah menjadi salah satu korban bujuk rayu dari penyair itu…kalau itu terjadi oh
sungguh malang nasib anda.
Bandung, 27 Juli 2016 Pukul 20:05
Dadan RF
