Rabu, 27 Juli 2016

Penyair Medsos



Jika anak mu ditanya apa cita-cita mu, dan menjawab ingin jadi Penyair, maka segeralah pergi ke dokter karena pasti ada yang salah…

Menjadi seorang penyair itu adalah keterpaksaan karena faktor nasib, proses perjalan hidup, peka nya perasaan, kemampuan menulis yang mumpuni dan berintegritas, itu semua menjadi bagian bakat nasib seseorang menjadi penyair. Tanpa proses itu hanya ilusi, tanpa peka perasaan tentu hanya isapan belaka, dan tanpa kekmampuan menulis pasti juga akan menemui kesulitan.

Seorang KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) karena seringnya disuruh Gusdur untuk membuat dan disuruh membaca puisi di banyak kesempatan, Itu dominan karena proses. Seorang Cak Nun yang sering tampil di teater, membuat banyak jenis musik, menulis banyak puisi dalam buku-bukunya, itu semua adalah proses. Dan begitupun juga seorang maestro Rendra dengan perjalanan yang panjang dan pengalaman nya, menjadikan dia sebagai seorang maestro penyair yang hebat. Dan itu semua dijalani melalui proses yang panjang dan melelahkan.

Namun satu yang pasti diantara bertiga adalah mereka semua “terpaksa” menjadi penyair, hanya karena nasib,  ya faktor bakat nasib itulah lah yang menjadikan mereka menyandang “gelar” penyair.

Dulu, ketika jaman kerajaan seorang penyair atau pujangga mendapat tempat atau kedudukan yang tinggi dan sangat begitu dihormati, karena dia dianggap manusia agung dan suci dengan keterasingannya, dan sekarang jaman itu sudah berakhir.

Tibalah sekarang menuju jaman modern, jaman dunia maya, jaman online, jaman semua serba instan. Termasuk instan menjadi seorang penyair. Koq bisa ? caranya…

Cukup buat status di medsos, terserah apakah itu bertemakan motivasi alay nya, cinta dengan rayuan gombalnya nya, atau doa dengan filsafat sinetron nya…. dan ketika banyak yang kasih jempol dan like, maka jadi lah anda seorang penyair….ya itulah penyair medsos, atau penyair online, atau penyair sosialita atau apapun namanya…

Tidak perlu repot-repot berjuang dengan proses panjang yang menjemukan, hanya cukup dengan modal keyboard atau touchscreen dengan imajinasi liar, serta menulis beberapa kata “alayisme” dan “vickynisme” dan… klik, maka anda sudah menjadi penyair medsos…

Apakah anda termasuk penyair jenis ini…? Atau anda telah menjadi pembaca setia nya ? atau mungkin malah anda telah menjadi salah satu korban bujuk rayu dari penyair itu…kalau itu terjadi oh sungguh malang nasib anda.

Bandung, 27 Juli 2016 Pukul 20:05
Dadan RF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar